<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>

<!DOCTYPE rss PUBLIC "-//Netscape Communications//DTD RSS 0.91//EN"
 "http://my.netscape.com/publish/formats/rss-0.91.dtd">

<rss version="0.91">

<channel>
<title>RAMPAGOE FAMILY - Situs Hiburan Keluarga Anda</title>
<link>http://www.rampagoe.com</link>
<description>RAMPAGOE FAMILY - Situs Hiburan Keluarga Anda</description>
<language>en-us</language>

<item>
<title>Tiga Kurir Sabu Seret Pegawai BPKS</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=28</link>
<description>BANDA ACEH&amp;ndash;Berbisnis di bidang narkoba memang menuai untung besar. Lantaran hal tersebut jualah membuat tiga pemuda nekat melakoni pekerjaan haram sebagai pengedar sabu. Sayangnya, belum sempat uang diperoleh, mereka keburu diciduk petugas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BZ (34) warga Lhokseumawe, Is (21) dan ML (25) warga Banda Aceh kini mendekam di sel tahanan Poltabes. Ke tiganya diringkus bersama 6 paket sabu-sabu sebagai barang bukti, saat terjaring razia ranmor. Bahkan dalam penangkapan itu, mereka sempat menyeret-nyeret nama seorang oknum pegawai Badan Pengusahaan Kawasan Sabang (BPKS). AY (37) dituding sebagai pemesan barang haram tersebut, dan kini dalam pemeriksaan Mapoltabes Banda Aceh.</description>
</item>

<item>
<title>Ibrahim KBS: Tak Ada Caleg dan Parpol Separatis</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=27</link>
<description>&lt;a&gt;BANDA ACEH-Menjelang semakin dekatnya &amp;lsquo;gerbang&amp;rsquo; kampanye terhadap partai politik (Parpol) pada Pemilu 2009. Ada sejumlah pihak memprediksikan bakal ada permainan curang untuk memuluskan jalur beberapa Parpol mencapai targetnya dengan &amp;lsquo;pembunuhan karakter&amp;rsquo; kompetitor lainnya. Juru Bicara (Jubir) Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim Syamsuddin KBS, mengakui beberapa minggu terakhir ini, hal seperti itu justru telah menimpa partainya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;quot;Sepertinya ada pihak yang sengaja melakukan intimidasi dengan pemasangan spanduk yang isinya mencela dan menjelek-jelekkan partai berlambang bintang bergaris hitam tebal dengan warna merah menyala itu, &amp;quot; kata Ibrahim KBS kepada koran ini melalui pesan pendek SMS, Rabu (10/12). &lt;/a&gt;</description>
</item>

<item>
<title>Baliho PRA Disobek, Spanduk SIRA Hilang</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=26</link>
<description>SIGLI-Tepat di Hari Idul Adha 1429 H (Senin kemarin,red), Baliho Partai Rakyat Aceh (PRA) yang dipasang di Kecamtan Sakti, Kabupaten Pidie, diturunkan oleh orang tak dikenal (OTK). Selain diturunkan, baliho PRA juga disobek-sobek oleh OTK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;quot;Perbuatan ini sangat mengganggu PRA, karena dalam suasana damai, masih ada pihak yang sengaja menciptakan kerusuhan,&amp;quot; ujar Ketua PRA Pidie, Afifuddin kepada koran ini melalui ponselnya, Selasa (9/12). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilanjutkan Afifuddin, hal ini diduga dilakukan oleh pihak-pihak yang tidak menginginkan Aceh Damai, sengaja menciptakan konflik. Diharapkan kepada petugas Kepolisian agar dapat mengusut pelaku nya. &amp;quot;Bila hal ini tak cepat dituntaskan maka dikawatirkan nantinya banyak baliho partai lain yang juga ikut menjadi korban,&amp;quot; sebutnya.</description>
</item>

<item>
<title>Dewan belum Tanggapi Surati KIP Aceh</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=25</link>
<description>&lt;div&gt;BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Aceh hingga kemarin belum menanggapi surat Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh. Dalam surat itu KIP meminta DPR Aceh mengajukan enam nama calon anggota Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Aceh, sebagaimana permintaan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&amp;ldquo;Sampai siang ini (kemarin-red) kami belum menerimanya. Seperti dalam surat, kami berharap enam nama tersebut sudah diajukan tanggal 10 Desember,&amp;rdquo; kata Wakil Ketua KIP Aceh, Ilham Syahputra kepada wartawan di Banda Aceh, Rabu (10/12). Dengan belum diajukannya enam nama calon anggota panwaslu tersebut, membuat proses pembentukan Panwaslu Aceh kembali terhambat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</description>
</item>

<item>
<title>Al-Qaeda dituduh dalangi pembunuhan</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=24</link>
<description>&lt;div&gt;ISLAMABAD 28 Dis. &amp;ndash; Kerajaan Pakistan hari ini menuding jari kepada pergerakan Al-Qaeda dan Taliban sebagai dalang utama pembunuhan bekas Perdana Menteri, Benazir Bhutto semalam.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai bukti bahawa Al-Qaeda dan Taliban mendalangi serangan berani mati terhadap Benazir,&amp;rsquo;&amp;rsquo; Menteri Dalam Negeri, Hamid Nawaz. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Kementerian Dalam Negeri mendakwa pihaknya telah berjaya memintas panggilan Al-Qaeda selepas pemimpin wanita itu dibunuh dan terdapat bukti kukuh kumpulan itu cuba menghuru-harakan Pakistan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;Benazir juga didakwa bukan mati ditembak tetapi terhantuk pada penahan cahaya matahari di bumbung kenderaan yang dinaikinya sehingga menyebabkan tengkoraknya retak ketika seranganberlaku, kata jurucakap kementerian itu.&lt;/div&gt;</description>
</item>

<item>
<title>Yahudi Iran enggan hijrah ke Israel</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=23</link>
<description>&lt;div&gt;TEHERAN: Masyarakat Yahudi Iran menolak tawaran wang tunai lumayan sebanyak &amp;pound;5,000 (RM35,000) seorang sehingga &amp;pound;30,000 (RM210,000) bagi sekeluarga untuk berpindah ke Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhbar Guardian melaporkan semalam, penolakan itu membuktikan kesetiaan masyarakat terbabit kepada musuh ketat Israel, iaitu Iran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ganjaran wang tunai itu dibuat menerusi satu tabung khas diwujudkan pegawai dagang asing Israel yang mewah, dalam usaha memastikan matlamat penghijrahan beramai-ramai 25,000 penduduk Yahudi Iran ke Israel menjadi kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</description>
</item>

<item>
<title>Pemerintah Didesak Segera Verifikasi Partai Lokal</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=22</link>
<description>&lt;strong&gt;Banda Aceh. &lt;/strong&gt;Partai Gam mendesak Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk segera memverifikasi partai politik lokal yang bermunculan di Aceh pascaperjanjian damai Helsinki. Partai Gam saat ini sedang menunggu verifikasi dari pemerintah. &lt;br /&gt;&lt;div&gt;Saat ini, Partai Gam sudah mendaftarkan diri dan melengkapi persyaratan yang ditetapkan untuk menjadi sebuah partai politik lokal di Aceh. Pendaftaran dan kelengkapan berkas sudah diserahkan kepada Departemen Hukum dan HAM dan ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</description>
</item>

<item>
<title>Zakaria Saman: Petinggi GAM Akan Tumpas Mereka yang Ingin Merdeka</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=21</link>
<description>Jakarta–Kekhawatiran sejumlah pihak di Jakarta atas munculnya Partai GAM membuat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan kembali komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). GAM bahkan menyatakan akan ikut serta menumpas pihak-pihak yang menginginkan kemerdekaan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian dikemukakan mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman kepada SH, Jumat (13/7), menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak bahwa GAM akan kembali memperjuangkan kemerdekaan menyusul pendeklarasian Partai GAM beberapa waktu lalu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kami, GAM, sudah menyatakan komitmen untuk tetap berada dalam NKRI. Bendera itu (simbol Partai GAM–red) bukan makna lagi minta merdeka. Kita ini GAM bukan partai terlarang. Kalau ada yang masih ingin merdeka silakan ditindak. Mereka akan menjadi musuh bersama antara RI dan GAM,” kata Zakaria.</description>
</item>

<item>
<title>UU-PA Masih Terhambat dengan PP</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=20</link>
<description>&amp;nbsp; &lt;div&gt;Direktur Apeksi-Adeksi Aceh Komwil 1 Sayid Fadhil mengungkapkan, peristiwa yang sangat menggembirakan di Provinsi Aceh pasca perjanjian Helsinki telah merlahirkan Undang-undang No 11 tentang Pemerintahan Aceh, dan terpilihnya pimpinan daerah baik Gubernur, Bupati/Walikota secara demokratis melalui pemilihan langsung tanggal 11 Desember 2006. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;Hal tersebut paling tidak merupakan aset awal yang sangat berharga bagi pemerintah dan masyarakat Aceh untuk membangun daerahnya setelah lebih tiga dekade dirundung permasalahan konflik bersenjata. Namun, ditengarai saat ini Aceh mengalami sedikit hambatan dalam mengimplementasikan UU No 11 tentang Pemerintahan Aceh (UU-PA).&lt;/div&gt;</description>
</item>

<item>
<title>Irwandi-Nazar Di-peusijeuk</title>
<link>http://www.rampagoe.com/modules.php?name=News&amp;file=article&amp;sid=19</link>
<description>Banda Aceh,&amp;nbsp; Irwandi Yusuf dan Muhammad Nazar yang tadi pagi dilantik sebagai gubernur dan wakil gubernur Aceh, di-peusijuek di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh, Kamis sore. Pasangan yang menang dalam pilkada 11 Desember lalu ini, di-peusijuek oleh Perdana Menteri Gerakan Aceh Merdeka Malik Mahmud, Menteri Keuangan Teungku Muhammad Usman Lampoh Awe, dan Waled Tanoh Mirah. Sekitar seribuan anggota GAM/KPA dan simpatisannya tumpah ruah ke taman tersebut. Mereka datang sejak Rabu malam guna menyaksikan pelantikan gubernur dan wakil gubernur. Di lokasi itu juga digelar kenduri rakyat. </description>
</item>

</channel>
</rss>