<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>RAMPAGOE FAMILY</title>
	<atom:link href="http://rampagoe.com/?feed=rss2" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://rampagoe.com</link>
	<description>Sekadar sebuah weblog WordPress lainnya</description>
	<lastBuildDate>Wed, 30 Dec 2009 17:58:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kejaksaan Tinggi Surati Kejari Aceh Selatan</title>
		<link>http://rampagoe.com/?p=11</link>
		<comments>http://rampagoe.com/?p=11#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 17:58:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rampagoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rampagoe.com/?p=11</guid>
		<description><![CDATA[BANDA ACEH  – Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis mengaku telah menyurati Kejaksaan Negeri Aceh Selatan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pengusutan dugaan korupsi dana Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) kabupaten itu.
“Kemarin (Senin 28/12) sudah saya kirim suratnya, jadi masih menunggu balasan,” kata Ali Rasab, Selasa (29/12). “Kita ambil alih [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>BANDA ACEH  – Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejaksaan Tinggi Aceh, Ali Rasab Lubis mengaku telah menyurati Kejaksaan Negeri Aceh Selatan untuk mengetahui sejauh mana perkembangan pengusutan dugaan korupsi dana Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) kabupaten itu.</p>
<p>“Kemarin (Senin 28/12) sudah saya kirim suratnya, jadi masih menunggu balasan,” kata Ali Rasab, Selasa (29/12). “Kita ambil alih pengusutan atau tidak itu tergantung pekembangan dan perintah atasan.”</p>
<p>Hal itu disampaikan terkait desakan Aliansi Mahasiswa Peduli Aceh Selatan (AMPAS) kepada Kejati Aceh untuk mengambil alih penanganannya dari Kejari Aceh Selatan, saat berunjukrasa ke Kejati Aceh Senin, 21 Desember lalu. AMPAS menilai Kejari Aceh Selatan “mempeti-es-kan” kasus tersebut karena meski telah laporkan oleh LSM setempat, namun penanganannya belum jelas.</p>
<p>Indikasi korupsi pada dana PKA Aceh Selatan, menurut Koordinator AMPAS Muzakkir, didasari pada laporan pertangunjawaban panitia. Meski hanya mengikuti PKA empat hari, panitia mengklaim telah menyerap dana Rp3.468.393.500. dan menyisakan Rp263.605.500 dari total dana Rp 3.732.000.000. Padahal dana itu sebelumnya diplot untuk kegiatan selama 10 hari oleh Pemkab atas persetujuan DPRK.</p>
<p>Sedang Aceh Selatan tidak sampai 10 hari mengikuti PKA-5 setelah walk out karena kecewa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) batal berkunjung ke anjungan Aceh Selatan. “Sungguh Mustahil tiak masuk akal, dana Rp3,7 miliar hanya tersisa Rp263 juta untuk kegiatan selama empat hari.,” ujar Muzakir.</p>
<p>Berdasarkan laporan pertanggungjawaban panitia. Yan dinilai janggal itu, LSM di Aceh Selatan kemudian meminta Kejari Aceh Selatan untuk mengusutnya.</p>
<p>Sumber: Acehkita.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rampagoe.com/?feed=rss2&amp;p=11</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Empoli Resmi Tangani Pemain Aceh</title>
		<link>http://rampagoe.com/?p=5</link>
		<comments>http://rampagoe.com/?p=5#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2009 17:15:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>rampagoe</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sport]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://rampagoe.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[





Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (tengah), bersama Presiden Direktur Empoli FC, Carlo Bruni (kiri), menandatangani kontrak pelatihan pemain sepak bola Aceh U-16 di Paraguay yang disaksikan Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma (kanan), di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (29/12). Kontrak itu berlaku mulai 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010. SERAMBI/BUDI FATRIA
 



BANDA ACEH &#8211; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table style="width: 300px; height: 199px;" border="0" width="300" align="left">
<tbody>
<tr>
<td scope="row">
<div><img src="http://rampagoe.com/images/irwandi.jpg" alt="" width="300" height="199" /></div>
<div><span class="style26"><span style="color: #ffcc00;"><br />
Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (tengah), bersama Presiden Direktur Empoli FC, Carlo Bruni (kiri), menandatangani kontrak pelatihan pemain sepak bola Aceh U-16 di Paraguay yang disaksikan Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma (kanan), di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (29/12). Kontrak itu berlaku mulai 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010. SERAMBI/BUDI FATRIA</span></span></div>
<p> </td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p>BANDA ACEH &#8211; Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Presiden Direktur Empoli FC, Mr Carlo Bruni menandatangani kontrak pelatihan ke-30 pemain sepakbola Aceh U-16 di Paraguay yang dilakukan di ruang kerja Kantor Gubernur Aceh, Selasa (29/12).  Kontrak antara Pemerintah Aceh dan Empoli FC ini berlaku sejak 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010. Penandatangan ini itu disaksikan Sekda Aceh Husni Bahri TOB dan Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma.</p>
<p>Sebelumnya, pemain Aceh ditangani oleh PT Sanchezgol Management dibawah pimpinan Nelson Leon Sanchez. Namun, Pemerintah Aceh memutuskan kontrak sejak 21 November 2009 akibat pihak PT Sanchezgol tidak menjalankan kewajibannya seperti yang telah disepakati. Pemutusan kontrak yang seharusnya ini dilakukan setelah mendapatkan masukan dari Tim Independen bentukan Gubernur untuk memperlajari berbagai permasalan yang menimpa pemain Aceh di Paraguay. Setelah penandatangan kontrak dengan Empoli FC. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengharapkan pemain Aceh yang sedang berlatih sepakbola di Paraguay dapat menjadi pemain professional. Harapan itu, sebutnya, tidak hanya professional dalam sepakbola tapi professional dalam prilaku. “Para pemain Aceh tidak hanya mendapat pendidikan sepakbola di Empoli FC, tapi akan mendapat pendidikan lain,” ujarnya.</p>
<p>Sedangkan Carlo Bruni mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk mendidik pemain Aceh selama mengikuti pelatihan sepakbola di Empoli FC di Paraguay. Bahkan pihaknya siap merekomendasikan pemain Aceh yang punya skill ke klub-klub lain. Sedangkan masalah postur tubuh tidak masalah dalam sepakbola. “Postur tubuh tidak menjadi masalah untuk menjadi penyerang dan pemain tengah. Sebab yang paling dibutuhkan adalah skill pemain seperti Lionel Messi,” ujarnya. Saat disinggung tentang kemungkinan adanya pemulangan sementara pemain ke Aceh. Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma mengatakan, pihaknya tetap berusaha melalui mengajukan anggaran untuk pemulangan sementara pemain Aceh. “Bila anggaran itu disetujui, maka bisa dipilih waktu libur seperti Juni 2010,” ujarnya.(hd)</p>
<p>Sumber : Serambinews.com</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://rampagoe.com/?feed=rss2&amp;p=5</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
