Empoli Resmi Tangani Pemain Aceh
![]() Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf (tengah), bersama Presiden Direktur Empoli FC, Carlo Bruni (kiri), menandatangani kontrak pelatihan pemain sepak bola Aceh U-16 di Paraguay yang disaksikan Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma (kanan), di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, Selasa (29/12). Kontrak itu berlaku mulai 1 Januari 2009 hingga 31 Desember 2010. SERAMBI/BUDI FATRIA
|
BANDA ACEH – Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf dan Presiden Direktur Empoli FC, Mr Carlo Bruni menandatangani kontrak pelatihan ke-30 pemain sepakbola Aceh U-16 di Paraguay yang dilakukan di ruang kerja Kantor Gubernur Aceh, Selasa (29/12). Kontrak antara Pemerintah Aceh dan Empoli FC ini berlaku sejak 1 Januari 2010 hingga 31 Desember 2010. Penandatangan ini itu disaksikan Sekda Aceh Husni Bahri TOB dan Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma.
Sebelumnya, pemain Aceh ditangani oleh PT Sanchezgol Management dibawah pimpinan Nelson Leon Sanchez. Namun, Pemerintah Aceh memutuskan kontrak sejak 21 November 2009 akibat pihak PT Sanchezgol tidak menjalankan kewajibannya seperti yang telah disepakati. Pemutusan kontrak yang seharusnya ini dilakukan setelah mendapatkan masukan dari Tim Independen bentukan Gubernur untuk memperlajari berbagai permasalan yang menimpa pemain Aceh di Paraguay. Setelah penandatangan kontrak dengan Empoli FC. Gubernur Aceh, Irwandi Yusuf mengharapkan pemain Aceh yang sedang berlatih sepakbola di Paraguay dapat menjadi pemain professional. Harapan itu, sebutnya, tidak hanya professional dalam sepakbola tapi professional dalam prilaku. “Para pemain Aceh tidak hanya mendapat pendidikan sepakbola di Empoli FC, tapi akan mendapat pendidikan lain,” ujarnya.
Sedangkan Carlo Bruni mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk mendidik pemain Aceh selama mengikuti pelatihan sepakbola di Empoli FC di Paraguay. Bahkan pihaknya siap merekomendasikan pemain Aceh yang punya skill ke klub-klub lain. Sedangkan masalah postur tubuh tidak masalah dalam sepakbola. “Postur tubuh tidak menjadi masalah untuk menjadi penyerang dan pemain tengah. Sebab yang paling dibutuhkan adalah skill pemain seperti Lionel Messi,” ujarnya. Saat disinggung tentang kemungkinan adanya pemulangan sementara pemain ke Aceh. Kadispora Aceh, T Rayuan Sukma mengatakan, pihaknya tetap berusaha melalui mengajukan anggaran untuk pemulangan sementara pemain Aceh. “Bila anggaran itu disetujui, maka bisa dipilih waktu libur seperti Juni 2010,” ujarnya.(hd)
Sumber : Serambinews.com

