ISLAMABAD 28 Dis. – Kerajaan Pakistan hari ini menuding jari kepada pergerakan Al-Qaeda dan Taliban sebagai dalang utama pembunuhan bekas Perdana Menteri, Benazir Bhutto semalam.
Kami mempunyai bukti bahawa Al-Qaeda dan Taliban mendalangi serangan berani mati terhadap Benazir,’’ Menteri Dalam Negeri, Hamid Nawaz.
Kementerian Dalam Negeri mendakwa pihaknya telah berjaya memintas panggilan Al-Qaeda selepas pemimpin wanita itu dibunuh dan terdapat bukti kukuh kumpulan itu cuba menghuru-harakan Pakistan.
Benazir juga didakwa bukan mati ditembak tetapi terhantuk pada penahan cahaya matahari di bumbung kenderaan yang dinaikinya sehingga menyebabkan tengkoraknya retak ketika seranganberlaku, kata jurucakap kementerian itu.
 Dilulusterbit oleh webmaster - Saturday, December 29 @ 09:40:35 CET
TEHERAN: Masyarakat Yahudi Iran menolak tawaran wang tunai lumayan sebanyak £5,000 (RM35,000) seorang sehingga £30,000 (RM210,000) bagi sekeluarga untuk berpindah ke Israel.
Akhbar Guardian melaporkan semalam, penolakan itu membuktikan kesetiaan masyarakat terbabit kepada musuh ketat Israel, iaitu Iran.
Ganjaran wang tunai itu dibuat menerusi satu tabung khas diwujudkan pegawai dagang asing Israel yang mewah, dalam usaha memastikan matlamat penghijrahan beramai-ramai 25,000 penduduk Yahudi Iran ke Israel menjadi kenyataan.
"
 Dilulusterbit oleh redaksi-rampagoe - Friday, August 10 @ 15:59:55 CEST
Pemerintah Didesak Segera Verifikasi Partai Lokal
Banda Aceh. Partai Gam mendesak Departemen Hukum dan Hak Asasi Manusia untuk segera memverifikasi partai politik lokal yang bermunculan di Aceh pascaperjanjian damai Helsinki. Partai Gam saat ini sedang menunggu verifikasi dari pemerintah.
Saat ini, Partai Gam sudah mendaftarkan diri dan melengkapi persyaratan yang ditetapkan untuk menjadi sebuah partai politik lokal di Aceh. Pendaftaran dan kelengkapan berkas sudah diserahkan kepada Departemen Hukum dan HAM dan ditujukan kepada Menteri Hukum dan HAM.
 Dilulusterbit oleh redaksi-rampagoe - Friday, August 10 @ 15:56:24 CEST
Zakaria Saman: Petinggi GAM Akan Tumpas Mereka yang Ingin Merdeka
Jakarta–Kekhawatiran sejumlah pihak di Jakarta atas munculnya Partai GAM membuat Gerakan Aceh Merdeka (GAM) menegaskan kembali komitmennya terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). GAM bahkan menyatakan akan ikut serta menumpas pihak-pihak yang menginginkan kemerdekaan di Nanggroe Aceh Darussalam (NAD).
Demikian dikemukakan mantan Menteri Pertahanan GAM Zakaria Saman kepada SH, Jumat (13/7), menanggapi kekhawatiran sejumlah pihak bahwa GAM akan kembali memperjuangkan kemerdekaan menyusul pendeklarasian Partai GAM beberapa waktu lalu.
“Kami, GAM, sudah menyatakan komitmen untuk tetap berada dalam NKRI. Bendera itu (simbol Partai GAM–red) bukan makna lagi minta merdeka. Kita ini GAM bukan partai terlarang. Kalau ada yang masih ingin merdeka silakan ditindak. Mereka akan menjadi musuh bersama antara RI dan GAM,” kata Zakaria.
 Dilulusterbit oleh webmaster - Sunday, July 22 @ 20:39:08 CEST
Direktur Apeksi-Adeksi Aceh Komwil 1 Sayid Fadhil mengungkapkan, peristiwa yang sangat menggembirakan di Provinsi Aceh pasca perjanjian Helsinki telah merlahirkan Undang-undang No 11 tentang Pemerintahan Aceh, dan terpilihnya pimpinan daerah baik Gubernur, Bupati/Walikota secara demokratis melalui pemilihan langsung tanggal 11 Desember 2006.
Hal tersebut paling tidak merupakan aset awal yang sangat berharga bagi pemerintah dan masyarakat Aceh untuk membangun daerahnya setelah lebih tiga dekade dirundung permasalahan konflik bersenjata. Namun, ditengarai saat ini Aceh mengalami sedikit hambatan dalam mengimplementasikan UU No 11 tentang Pemerintahan Aceh (UU-PA).
"
 Dilulusterbit oleh redaksi-rampagoe - Sunday, July 08 @ 23:33:55 CEST
9 Warga Meninggal, 70.000 Mengungsi
Banda Aceh, Banjir bandang yang melanda enam kabupaten di Aceh menyebabkan 70.000 lebih warga mengungsi dan sembilan warga dilaporkan meninggal dunia. Bantuan bagi korban bencana sangat minim.
Kepala Bagian Hubungan Masyarakat Sekretariat Nurdin F. Joes mengatakan, enam kabupaten yang terkena banjir bandang itu adalah Aceh Tamiang (di 12 kecamatan), Aceh Timur (5 kecamatan), Aceh Utara (16 kecamatan), Bener Meriah (3 kecamatan), Gayo Lues (5 kecamatan), dan Bireuen (3 kecamatan).
“Banjir menyebabkan 70 ribu warga mengungsi ke tempat-tempat yang tidak terkena banjir,” kata Nurdin saat dihubungi situs ini tadi sore.
 Dilulusterbit oleh redaksi-rampagoe - Sunday, December 24 @ 06:26:24 CET